Analisis Regresi

Layanan Olah Data dan Analisa Data Statistik

Konsep Dasar Analisis Regresi vs Korelasi

Posted at March 6, 2013 | By : | Categories : Analisis Regresi | 1 Comment

Analisis regresi merupakan alat statistik yang memanfaatkan hubungan antara dua atau lebih variabel kuantitatif sehingga salah satu variabel dapat diprediksi dari variabel yang lain. Contohnya, jika diketahui hubungan antara biaya iklan dan penjualan, maka dapat diperkirakan nilai penjualan berdasarkan analisis regresi dengan biaya iklan yang ditentukan.

REGRESI VS KORELASI

Persamaan : Keduanya mempelajari hubungan antar variabel

REGRESI

  1. Mempelajari bentuk hubungan antar variabel melalui suatu persamaan (RLS, RLB, Regresi non Linier). Hubungan bisa berupa hubungan sebab akibat
  2. Dapat mengukur seberapa besar suatu variabel mempengaruhi variabel lain
  3. Dapat digunakan untuk melakukan peramalan nilai suatu variabel berdasarkan variabel lain

KORELASI

  1. Mempelajari keeratan hubungan antar 2 variabel kuantitatif yang bisa dilihat dari besarnya angka, bukan tandanya
  2. Dapat mengetahui arah hubungan yang terjadi (berbanding lurus jika tandanya positif, dan berbanding terbalik jika tandanya negatif)
  3. Nilainya berkisar -1 sampai dengan 1
  4. Tidak bisa menyatakan hubungan sebab akibat

Korelasi yang tinggi tidak selalu berarti bahwa suatu variabel menyebabkan/mempengaruhi variabel yang lain”

Contoh :

# kematian karena kekeringan di musim panas

# soft drink yang dikonsumsi di musim panas

Misal didapatkan hasil ”High positive correlation”. Pertanyaanya “Apakah soft drink menyebabkan kematian??”

VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT) DAN VARIABEL TAK BEBAS (DEPENDENT)

- Dependent Variable / Variabel Tak Bebas (Y) : Variabel yang nilainya ditentukan oleh variabel lain. Diasumsikan bersifat random/stochastic.

- Independent Variable / Variabel Bebas (X) : Variabel yang nilainya ditentukan secara bebas (variabel yang diduga mempengaruhi variabel tak bebas). Diasumsikan bersifat fixed/non stochastic.

Syarat :

Y: Berjenis data kuantitatif

X: Berjenis data kuantitatif atau kualitatif/kategorik

Jenis data untuk Y:

-  Data observasi

Diperoleh tanpa melakukan kontrol terhadap variabel X -> tidak kuat menyatakan hubungan sebab-akibat

-  Data Eksperimen

Diperoleh dengan melakukan kontrol terhadap variabel X -> dapat menyatakan hubungan sebab-akibat

KONSEP DASAR

- Pada suatu nilai X tertentu akan terdapat banyak kemungkinan nilai-nilai Y (Y akan terdistribusi mengikuti suatu fungsi peluang tertentu->diasumsikan berdistribusi normal) dengan nilai rata-rata E(Y) dan nilai varians  tertentu.

- Nilai rata-rata E(Y) diasumsikan berubah secara sistematik mengikuti perubahan nilai X, yang digambarkan dalam bentuk garis linier 

- Nilai varians  pada setiap nilai X akan sama 

 Tahapan-tahapan dalam analisis regresi:

  1. Identifikasi dan pembentukan model
  2. Pendugaan parameter model
  3. Pengujian keberartian parameter
  4. Penilaian ketepatan model (goodness of fit) dan pemeriksaan asumsi

IDENTIFIKASI MODEL

>>  Menggunakan scatter plot/diagram pencar :

- Berguna untuk mengidentifikasi model hubungan antara variabel X dan Y

- Bila pencaran titik-titik pada plot ini menunjukkan adanya suatu kecenderungan (trend) yang linier maka model regresi linier layak digunakan. Bila bentuk pencarannya parabola maka regresi kuadratik yang layak digunakan, dan sebagainya.

>> Beberapa contoh model regresi linier (linier artinya linier dalam parameter):

- Regresi Linier Sederhana (RLS) :

- Regresi Linier Berganda (RLB):

- Regresi Polinomial Ordo 2 dengan 1 variabel bebas:

- Regresi Polinomial Ordo 2 dengan 2 variabel bebas dan interaksi

About Admin

Admin merupakan owner dari Peta Data Consulting, bergerak pada bidang Jasa Konsultasi Statistik yang meliputi Olah Data dan Training Statistik bagi mahasiswa yang sedang mengerjakan Skripsi/Thesis/Penelitian maupun bagi perusahaan yang membutuhkan Jasa Survei atau Pengolahan Data.

Comment

  • Linda

    October 2, 2013 at 6:56 am

    I purchased this saw. I’m a bengnier. I don’t like the saw. The two rail system to me appears to be a design flaw. The bottom set slides very easy. As soon as you transition to sliding the top rails the sliding is more restricted which causes marks in the cut.

Leave a Comment